Selasa, 05 Mei 2020



Mengeluh Pusing dan Muntahkan Cairan Hitam, Wanita Ini Meninggal ...   
 INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI PENCABUTAN GIGI         

A.  Defenisi Ekstraksi Gigi atau pencabutan gigi
Pencabutan gigi yang ideal adalah pencabutan tanpa rasa sakit satu gigi utuh, atau akar gigi, dengan trauma minimal terhadap jaringan pendukung gigi, sehingga bekat pencabutan dapat disembuhkan dengan sempurna dan tidak terdapat masalah prostetik pascaoperasi di masa mendatang .Pada dasarnya hanya ada dua cara pencbutan gigi. Cara pertama yang sering dilakukan pada kebanyakan kasus, biasanya disebut “pencabutan dengan tang” yang terdiri atas pencabutan gigi atau akar gigi dengan menggunakan tang atau elevator (bein), atau keduanya. Metode ini digambarkan sebagai pencabutan intra-alveolar
Metode pencabutan gigi yang lain adalah dengan pembelahan gigi atau akar gigi dari perlekatan tulangnya. Pemisalahn ini dilakukan dengan membuang sebagian tulang yng menutupi akar gigi, kemudia dengan membuang sebagian tulang yang menutupi akar gigi, kemudian pencabutan dilakukan dengan menggunkan bein atau tang. Teknk ini sering disebut dengan metode bedah.


B.  Indikasi dan Kontraindikasi Pencabutan Gigi
     Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencabutan gigi, antara lain:
  1. Anatomi gigi menentukan jenis alat pencabtan gerakan pencabutan dan posisi pencabutan
  2. Anestesi dilakukanuntuk menghilangkan atau mengurangi rasa sakit
  3. Jumlah gigi yang dicabut dalam satu kunjungan
  4. Tidak menggunakan tenaga yang besar
  5. Pemeriksaan kembali gigi yang baru dicabut
        1.Indikasi Ekstraksi Gigi Sulung:
1.         Gigi yang sudah goyang dan sudah waktunya untuk tanggal
2.        Gigi yang masih kuat tertanam di dalam tulang, tetapi gigi penggantinya sudah keluar
3.    Gigi yang sudah waktunya tanggal, tetapi masih persisteni, bila pad rontgen foto tampak penggantinya sudah keuar
4.         Gigi susu yang akarnya meniggalkan ulcus decubitus
5.         Gigi susu yang seringkali menimbulkan abses
6.         Gigi susu yang merupakan fokal infeksi
7.         Gigi susu yang merupakan penyenan infeksi jaringan sekitarnya.

     2. Indikasi Ekstraksi Gigi Permanen

1.    Gigi dengan karies besar sehingga tidak dapat ditambal lagi dan tisak dapat dilakukan perawatan endodontik, misalnya pada gigi dengan akar bengkok, atau pun salurang akan buntu
2.    Gigi yang sangat goyang, oleh karena resorbsi tulang alveolar misalnya pada atropi senilis, patologis, maupun trauma
3.    Untuk kepentingan ortodontik, biasanya hal ini merupakan perawatan konsul dari bagian ortodontik dengan perawatan konsul dari bagian ortondtik dengan mempertimbangkan pencabutan gigi untuk mendapatkan tuangan yang dibutuhkan dalam perawatannya.
4.    Gigi yang merupakan fokus infeksi, dimana keberadaan gigi yang tidak sehat dapat merupakan sumber infeksi bagi tubuh
5.    Gigi yang menyebabkan trauma pada jaringan lunak sekitarnya
6.    Penderita yang mendapatkan terapi radiasi pada regio kepala dan leher dapat dilakukan ekstraksi gigi yang terkena radiasi
7.    Gigi depan fraktur/ patah pada akar, misalnya karena jatuh
8.    Gigi dengan sisa akar
9.    Gigi depan fraktur/patah pada bagian tulang alveolar ataupun pada garis fraktur tulang alveolar.
10.    Gigi yang terletak pada garis fraktur yang mengganggu reposisi
11.    Keinginan pasien untuk dicabut giginya.
12.    Nekrosis pulpa
        Adanya nekrosis pulpa atau pulpa irreversibel yang tidak diindikasikan untuk  perawatan endodontik, perawatan endodontik yang telah dilakukan ternyata gagal untuk menghilangkan rasa sakit sehingga diindikasikan untuk pencabutan.
13.    Penyakit periodontal yang parah
   Jika periodontitis dewasa yang parah telah ada selama beberapa waktu, maka akan nampak kehilangan tulang yang berlebihan dan mobilitas gigi yang irreversible. Dalam situasi seperti ini, gigi yang mengalami mobilitas yang tinggi harus dicabut.
14.    Gigi yang mengalami malposisi
       Jika malposisi gigi menyebabkan trauma jaringan lunak dan tidak dapat ditangani   oleh perawatan ortodonsi, gigi tersebut harus diekstraksi.
15.    Gigi yang retak
       Indikasi ini jelas untuk dilakukan pencabutan gigi, bahkan prosedur restorative endodontik dan kompleks tidak dapat mengurangi rasa sakit akibat gigi yang retak tersebut.
16.    Pra-prostetik ekstraksi
 Terkadang gigi mengganggu desain dan penempatan yang tepat dari peralatan prostetik seperti gigi tiruan penuh, gigi tiruan sebagian lepasan atau gigi tiruan cekat sehingga perlu dicabut.
17.    Gigi impaksi
 Gigi yang impaksi harus dipertimbangkan untuk dilakukan pencabutan. Jika terdapat sebagian gigi yang impaksi maka oklusi fungsional tidak akan optimal karena ruang yang tidak memadai, maka harus dilakukan bedah pengangkatan gigi impaksi tersebut. Namun, jika dalam mengeluarkan gigi yang impaksi terdapat kontraindikasi seperti pada kasus kompromi medis, impaksi tulang penuh pada pasien 10 yang berusia diatas 35 tahun atau pada pasien usia lanjut, maka gigi impaksi tersebut dapat dibiarkan.
18.    Supernumary gigi
 Gigi yang mengalami supernumary biasanya merupakan gigi impaksi yang harus     dicabut. Gigi supernumary dapat mengganggu erupsi gigi dan memiliki potensi untuk menyebabkan resorpsi gigi tersebut.
19.    Gigi yang terkait dengan lesi patologis
        Gigi yang terkait dengan lesi patologis mungkin memerlukan pencabutan. Dalam beberapa situasi, gigi dapat dipertahankan dan terapi endodontik dapat dilakukan. Namun, jika mempertahankan gigi dengan operasi lengkap pengangkatan lesi, gigi tersebut harus dicabut.
20.    Terapi pra-radiasi
Pasien yang menerima terapi radiasi untuk berbagai tumor oral harus memiliki pertimbangan yang serius terhadap gigi untuk dilakukan pencabutan.
21.    Gigi yang mengalami fraktur rahang
 Dalam sebagian besar kondisi gigi yang terlibat dalam garis fraktur dapat dipertahankan, tetapi jika gigi terluka maka pencabutan mungkin diperlukan untuk mencegah infeksi.
22.    Estetik
      Terkadang pasien memerlukan pencabutan gigi untuk alasan estetik. Contoh kondisi seperti ini adalah yang berwarna karena tetrasiklin atau fluorosis, atau mungkin malposisi yang berlebihan sangat menonjol.
23.    Ekonomis
 Semua indikasi untuk ekstraksi yang telah disebutkan di atas dapat menjadi kuat jika pasien tidak mau atau tidak mampu secara finansial untuk mendukung keputusan dalam mempertahankan gigi tersebut. Ketidakmampuan pasien untuk membayar prosedur tersebut memungkinkan untuk dilakukan pencabutan gigi.

    3. Kontra Indikasi Ekstraksi Gigi
        1. Kontra Indikasi Lokal
1.        Pada infeksi gingiva akut
2.        Pericoronitis
3.        Kelainan pada periapikal seperti abses periapikal
4.        Sinusitis maksilaris
5.        Gigi yang berada dalam jaringan tumor.
6.        Periapikal patologi, jika pencabutan gigi dilakukan maka infeksi akan menyebar luas dan sistemik, jadi antibiotik harus diberikan sebelum dilakukan pencabutan gigi.
7.        Adanya infeksi oral seperti Vincent’s Angina, Herpetic gingivostomatitis.
 Hal ini harus dirawat terlebih dahulu sebelum dilakukan pencabutan gigi.
8.        Perikoronitis akut, perikoronitis harus dirawat terlebih dahulu sebelum dilakukan pencabutan pada gigi yang terlibat, jika tidak maka infeksi bakteri akan menurun ke bagian bawah kepala dan leher.
9.        Penyakit ganas, seperti gigi yang terletak di daerah yang terkena tumor. Jika dihilangkan bisa menyebarkan sel – sel dan dengan demikian mempercepat proses metastatik.
10.    Pencabutan gigi pada rahang yang sebelumnya telah dilakukan iradiasi dapat menyebabkan osteoradionekrosis, oleh karena itu harus dilakukan tindakan pencabutan yang sangat ekstrem atau khusus.

        2. Kontra Indikasi Sistemik
                Pasien dengan kontra indikasi yang bersifat sistemik memerlukan pertimbangan khusus untuk dilakukan pencabutan.faktor ini meliputi pasien yang memiliki riwayat penyakit khusus. Pencabutan bisa dilakukan dengan persyaratan bahwa pasien sudah berada dalam pengawasan dokter ahli dan penyakit yang menyertainya bisa dikontrol dengan baik.
a.       Diabetes Melitus
      Penderita diabetes dapat digolongkan menjadi:
1.    Diabetes melitus ketergantungan insulin (IDDM, tipe 1, juvenile, ketotik, britlle). Terjadi setelah infeksi virus dan produksi antibodi autoimun pada orang yang predisposisi antigen HLA.
2.    Diabetes Melitus tidak tergantung insulin (NDDM, tipe 2, diabetes dewasa stabil).
b.      Kehamilan
Kehamilan pada 3 bulan pertama harus hati-hati kalau memang ada gigi yang perlu diekstraksi (dimana hal itu tidak bisa dihindari lagi bukanlah suatu kontraindikasi waktu hamil.
c.        Leukemia
 d. Gagal ginjal
 e. Sirosis hati
 f. Gagal jantung


DAFTAR PUSTAKA

1.      Sitanaya, drg.Rini Irmayanti.M.Mkes. Dasar-Dasar Ilmu Pencabutan Gigi.Deeplubish. 2016

2.       Budiman, drg.Johan Arief. Pencabutan Gigi Geligi Edisi II.Anggota IKAPI. 1993
3. Howe,Geoffery L. Pencabutan Gigi Geligi.Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan    (KDT) .1999
4.Brany, Nurrany 2016: Gambaran Kecemasan Pasien Ekstraksi Gigi Di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (Rsgm) Unsrat. Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol. 5 No. 1: 39-45




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

      INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI PENCABUTAN GIGI           A.   Defenisi Ekstraksi Gigi atau pencabutan gigi Pencabutan gigi yan...